Sidoarjo,CahayaMediaTimur.com-CahayaMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) bekerja sama dengan Komite Sastra Dewan Kesenian Sidoarjo untuk mengorganisir Workshop Puisi Kontemporer yang berlangsung pukul 15.00 hingga 18.00 WIB, bertempat di Dewan Kesenian Sidoarjo. Acara ini adalah bagian dari rangkaian pameran “Bucin Sindrom” yang tidak hanya menampilkan karya visual, tetapi juga memberikan ruang untuk literasi yang aktif dan partisipatif.
Workshop menghadirkan Fahruddin Al Mustofa sebagai pemateri utama. Ia menekankan bahwa puisi kontemporer merupakan medium untuk menyampaikan sikap dan keresahan sosial, bukan sekadar rangkaian kata indah. “Puisi hari ini tidak harus mengikuti aturan lama, yang penting keberanian menyuarakan realitas,” ujarnya.
Pandangan tersebut diperkuat oleh salah satu narasumber sekaligus pegiat sastra, Mas Saddam, yang menyoroti dinamika perkembangan sastra di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa puisi kontemporer lahir dari perjalanan panjang berbagai era sastra dan terus beradaptasi dengan perubahan zaman, termasuk perkembangan teknologi digital.
“Perjalanan sastra di Indonesia sudah melewati banyak era. Puisi kontemporer ini menjadi bentuk pembaruan, termasuk dalam cara penyampaian yang kini juga berkaitan dengan dunia digital. Kita bisa melihat contohnya pada karya-karya Afrizal Malna yang eksploratif dan relevan dengan perkembangan zaman,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan diskusi dan praktik menulis. Dalam sesi pembacaan karya, peserta mengangkat berbagai tema, mulai dari pengalaman pribadi hingga isu sosial, termasuk empati terhadap peristiwa runtuhnya gedung lembaga pendidikan di Sidoarjo.
Melalui kolaborasi ini, mahasiswa KKN UMSIDA tidak hanya berperan sebagai penyelenggara, tetapi juga sebagai penggerak ruang diskusi dan literasi. Kegiatan ini menegaskan bahwa puisi kontemporer memiliki potensi sebagai alat refleksi sosial sekaligus memperkuat posisi Dewan Kesenian Sidoarjo sebagai lembaga budaya yang responsif dan progresif.(alf/msa)




