Namlea,CahayaMediaTimur.com-Tomat Hibrida yang dibudidayakan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea raup hasil melimpah dari panen yang dilaksanakan oleh warga binaan, Sabtu (5/9). Panen tersebut digelar di lahan demonstration plot (demplot) milik warga binaan dengan kerja sama dari Yayasan Bina Tani Sejahtera (YBTS).
Pelaksana Harian Kepala Lapas Namlea, Sofian Ahmad, mengatakan Lapas Namlea dan Yayasan Bina Tani Sejahtera telah bekerja sama memberdayakan warga binaan untuk mengembangkan sistem pertanian modern, praktis, produktif, dan efisien, yang hasilnya diperoleh lewat panen tomat ratusan Kg tersebut.
“Ada lahan yang dipilih oleh petugas YBTS untuk dijadikan lahan demplot atau percontohan. Di lahan itu, warga binaan diajarkan menanam tanaman tomat dari awal sampai pada masa panen dan Alhamdulillah berhasil lewat panen hari ini,” ujar Sofian.
Field Officer YBTS, M. Busrolana, menjelaskan hasil panen ini mencapai 110 Kg dikarenakan mendapatkan perawatan intensif selama masa pertumbuhan mulai dari teknik penyiraman hingga pemumupukan.
“Pada lahan demplot, kita aplikasikan metode pertanian yang intensif agar tanaman tumbuh dengan produktif. Kami bersama warga binaan terus melakukan perawatan selama masa pemeliharaan tanaman. Hal ini dilakukan untuk memastikan lahan percontohan ini bisa berhasil dan mencapai hasil yang memauaskan,” ungkapnya.
Sebagai yayasan nirlaba yang bergerak dalam membantu meningkatkan kesejahteraan petani, pihaknya mengaku bangga atas hasil yang dicapai warga binaan.
“Kerja keras warga binaan luar biasa karena mampu memberikan perawatan yang mampu membuat tanaman tumbuh hingga masa panen. Kami selaku pihak YBTS juga turut bangga atas keberhasilan kami membimbing warga binaan,” tambahnya.
Sementara itu, Sulaiman Sia, selaku koordinator kegiatan pembinaan kemandirian Lapas Namlea, menjelaskan hasil panen tomat ratusan Kg ini akan dipasarkan ke pengepul sayuran langganan Lapas Namlea dengan harga satuan per Kg.
“Hasil panen ini seperti biasa akan didistribusikan ke penjual sayur. Omsetnya akan dibagi jadi 70% untuk modal Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sementara 30% untuk premi atau upah kerja bagi warga binaan yang terlibat dalam budidaya dan dibagikan secara merata,” jelas Sulaiman.





