Wahai,CahayaMediaTimur.com-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai gerak cepat sosialisasikan pencegahan Hantavirus bagi seluruh Warga Binaan, Rabu (20/5). Langkah antisipatif ini diambil guna memastikan lingkungan Lapas tetap steril dan bebas dari potensi penyebaran virus berbahaya yang ditularkan melalui tikus.
Kegiatan yang berlangsung di beranda Lapas ini berfokus pada edukasi mengenai Pola Hidup Bersih dan Sehat, serta pengenalan gejala awal infeksi Hantavirus. Warga Binaan diberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya menjaga kebersihan kamar hunian dan area sekitar Lapas dari sarang tikus.
Petugas Lapas Wahai yang memberikan materi sosialisasi, Fitri Rianti, menjelaskan pemahaman mengenai Hantavirus sangat krusial bagi Warga Binaan karena penularannya yang tergolong cepat melalui udara yang terkontaminasi kotoran tikus. “Kami menekankan kepada Warga Binaan bahwa Hantavirus ini bukan hal sepele. Infeksinya bisa menyerang saluran pernapasan dengan cepat. Oleh karena itu, memutus rantai penularannya harus dimulai dari kedisiplinan menjaga kebersihan setiap sudut barak,” ujarnya.
Senada, Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty Mouw, menegaskan pemenuhan hak kesehatan Warga Binaan merupakan salah satu prioritas utama dalam program pembinaan. “Sosialisasi ini adalah pemenuhan hak dasar Warga Binaan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan layak. Kami sudah menjadwalkan pembersihan total area-area rawan,” jelasnya.
Edukasi ini disambut baik oleh Warga Binaan. Salah satu Warga Binaan, WT, menyadari kebersihan lingkungan blok hunian merupakan tanggung jawab bersama demi kesehatan masing-masing.
“Jujur, awalnya saya tidak tahu apa itu Hantavirus. Setelah mendengar penjelasan tadi, kami jadi sadar dan berjanji akan lebih giat lagi membersihkan kamar dan tidak membiarkan ada sisa makanan yang bisa mengundang tikus masuk,” kata WT.
Sementara itu, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, mengatakan langkah cepat ini merupakan deteksi dini terhadap potensi gangguan kesehatan di Lapas yang memiliki mobilitas dan kepadatan tinggi. “Kami harus bergerak cepat karena di Lapas, faktor kepadatan hunian membuat penularan penyakit bisa terjadi sangat masif jika tidak diantisipasi. Dengan sosialisasi ini, kami membangun pertahanan pertama dari sisi kesadaran Warga Binaan,” tegasnya.
Upaya preventif yang dilakukan Lapas Wahai ini mendapat dukungan penuh dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro. “Ini adalah langkah konkret dalam menjaga keselamatan dan kesehatan terdekat Warga Binaan. Tindakan preventif seperti inilah yang menjadi bukti nyata keseriusan kita dalam memberikan pelayanan humanis dan prima bagi Warga Binaan,” tuturnya.
Melalui langkah preventif ini, Lapas Wahai berkomitmen penuh untuk terus menciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang bersih, sehat, nyaman dan bebas dari ancaman penyakit menular.




