Langgur,CahayaMediaTimur.com-Gema takbir yang berkumandang di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual, Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku membawa kebahagiaan tersendiri bagi puluhan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Tepat pada perayaan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah, Sabtu (21/3/2026), sebanyak 31 warga binaan resmi menerima Remisi Khusus (RK) sebagai bentuk apresiasi atas perubahan perilaku dan ketaatan mereka selama menjalani masa pidana.
Suasana khidmat menyelimuti lapangan Lapas Tual usai pelaksanaan Shalat Id berjamaah. Acara dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia mengenai pemberian Remisi Khusus Hari Raya Keagamaan.
Penyerahan remisi dilakukan secara simbolis oleh Kepala Lapas Kelas IIB Tual kepada perwakilan warga binaan. Adapun rincian besaran remisi yang diterima bervariasi, mulai dari 15 hari hingga 2 bulan, tergantung pada masa pidana yang telah dijalani dan rekam jejak kedisiplinan masing-masing individu.
Kepala Lapas Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur menekankan bahwa remisi ini bukanlah sekadar “hadiah” cuma-cuma dari negara.
“Remisi ini adalah hak yang diberikan sebagai penghargaan atas kesungguhan warga binaan dalam mengikuti program pembinaan, baik pembinaan kepribadian maupun kemandirian. Kami berharap ini menjadi motivasi bagi mereka untuk terus berbenah diri sebelum kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.
Dari total 31 penerima, seluruhnya merupakan kategori Remisi Khusus I (RK I), yang berarti mereka mendapatkan pengurangan masa hukuman namun masih harus menjalani sisa pidana di dalam Lapas.
Pemberian remisi ini disambut dengan rasa syukur mendalam oleh para warga binaan. Bagi mereka, pengurangan masa tahanan di hari kemenangan ini merupakan “kado” yang memperpendek jarak mereka dengan keluarga di rumah.
Kegiatan ditutup dengan sesi bersalam-salaman antara petugas dan warga binaan, menciptakan suasana kekeluargaan yang erat meski berada di balik jeruji besi. Hal ini membuktikan bahwa pembinaan di Lapas Tual tetap mengedepankan sisi humanis dan religius.





