Langgur,CahayaMediaTimur.com-Dinding jeruji besi ternyata bukan penghalang bagi kreativitas dan kemandirian. Di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual, sebuah transformasi ekonomi tengah berlangsung. Produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hasil karya Warga Binaan kini semakin diminati dan menjadi primadona di tengah masyarakat Maluku Tenggara dan Kota Tual, Jumat (20/02).
Pantauan di lokasi, berbagai jenis kudapan seperti Bolu Sakura Gula Merah, Dadar gulung, Putu Ayu terus diproduksi guna memenuhi permintaan konsumen yang kian melonjak.
Kepala Lapas Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur, menyatakan bahwa fenomena ini merupakan bukti keberhasilan program pembinaan kemandirian. “Kami sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa stigma negatif terhadap warga binaan perlahan luntur karena kualitas produk yang dihasilkan memang mampu bersaing di pasar,” ujar Nurchalis.
Senada dengan Kalapas, Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, L. Laitera menjelaskan bahwa peningkatan pesanan ini menuntut konsistensi dalam manajemen produksi. “Kami terus mengawal proses pembuatan mulai dari pemilihan bahan baku hingga pengemasan. Fokus kami bukan hanya mengejar target pesanan, tetapi memastikan setiap warga binaan mempraktikkan standar higienitas dan teknik pengolahan yang benar, sehingga rasa dan kualitasnya konsisten,” ungkapnya.
Salah satu pelanggan setia, Ibu Rahma, mengaku sering memesan kue hasil karya Lapas Tual untuk acara keluarga maupun camilan sehari-hari. “Awalnya saya hanya coba-coba karena penasaran, ternyata rasanya enak sekali dan harganya terjangkau. Sekarang kalau ada acara, pasti saya langsung pesan ke sini (Lapas Tual),” kata Rahma.
Kesuksesan UMKM Lapas Tual ini tidak hanya berkontribusi pada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tetapi juga menjadi bekal berharga bagi warga binaan agar memiliki keahlian produktif saat bebas nanti.
