Langgur,CahayaMediaTimur.com-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual terus membuktikan bahwa jeruji besi bukan penghalang bagi kreativitas dan kemandirian. Melalui program pembinaan kemandirian, para Warga Binaan konsisten memproduksi ikat pinggang kayu arang (kayu hitam) yang kini menjadi produk unggulan eksklusif dengan nilai ekonomi tinggi, Kamis (19/02).
Produk ikat pinggang kayu arang kini resmi naik kelas menjadi komoditas unggulan yang tidak hanya bernilai seni, tetapi juga memiliki daya jual tinggi di pasar kerajinan tangan.
Kepala Lapas Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur, menyatakan bahwa kerajinan kayu arang ini merupakan bagian dari komitmen instansi dalam mendukung Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. “Kami tidak hanya memberikan pembinaan mental, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan nyata. Ikat pinggang kayu arang ini adalah bukti bahwa warga binaan kami memiliki daya saing. Produk ini terus diproduksi karena permintaannya yang stabil, baik dari lokal maupun tamu-tamu dinas yang berkunjung,” ujar Nurchalis Nur di ruang kerjanya.
Kasi Binadik, Keneth Huawae, menekankan pentingnya kurikulum pembinaan yang terukur. Menurutnya, pemilihan kayu arang bukan tanpa alasan, melainkan karena material ini merupakan kekayaan alam khas Maluku yang memiliki nilai estetika tinggi. “Fokus kami adalah memastikan setiap produk yang keluar dari bengkel kerja Lapas Tual memenuhi standar kualitas pasar. Proses pengerjaannya detail, mulai dari pemilihan bahan hingga tahap finishing ukiran yang halus, sehingga produk ini layak disebut eksklusif,” jelasnya.
Sementara itu, Kasubsi Giatja, L. Laitera menambahkan bahwa keberlanjutan produksi ini berdampak langsung pada kesejahteraan warga binaan. Setiap produk yang terjual memberikan kontribusi berupa premi atau upah bagi mereka yang terlibat dalam produksi. “Hasil penjualan dari kerajinan ini kami kelola secara transparan. Sebagian masuk ke PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) dan sebagian lagi diberikan sebagai premi kepada warga binaan. Ini adalah stimulus agar mereka terus produktif dan memiliki tabungan saat bebas nanti,” tambahnya.
Saat ini, ikat pinggang kayu arang buatan Lapas Tual telah menjadi oleh-oleh khas dari Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual, sekaligus menjadi simbol transformasi positif warga binaan menuju kemandirian ekonomi.
