Maknai 2 Korintus 5:17, Warga Binaan Kristen Lapas Piru Didorong Perbaiki Diri

oleh -0 views

Piru,CahayaMediaTimur.com-Seluruh Warga Binaan Kristen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru mengikuti kegiatan pembinaan kerohanian yang diselenggarakan bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Seram Bagian Barat (Kemenag SBB), Selasa (2/6), di Gereja Ebenhaezer Lapas Piru.

 

Melalui materi pembacaan dan pemaknaan Alkitab dari 2 Korintus 5:17 tentang kehidupan baru dalam Kristus yang disampaikan, Warga Binaan diajak memahami bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk meninggalkan kesalahan masa lalu dan memperbaiki diri. Pesan dari materi ini menekankan bahwa seseorang yang hidup di dalam Kristus adalah ciptaan baru, sehingga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi Warga Binaan untuk menjalani masa pembinaan dengan sikap yang lebih positif dan penuh harapan.

 

Kepala Subseksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan, Wikrama Jaya, mengatakan bahwa pembinaan kerohanian merupakan salah satu sarana penting dalam membentuk karakter Warga Binaan. “Kegiatan ini membantu Warga Binaan merefleksikan diri dan membangun komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik selama menjalani masa pembinaan,” ujarnya.

 

Perwakilan Kemenag SBB, Riona Penska Aliputty, menyampaikan bahwa Firman Tuhan mengajarkan setiap orang untuk tidak terjebak pada masa lalu. “Selalu ada kesempatan untuk berubah dan bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik ketika kita memiliki iman dan kemauan untuk memperbaiki diri,” tuturnya.

 

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Piru, Hery Kusbandono, menegaskan komitmen pihaknya dalam memberikan pembinaan yang menyentuh aspek spiritual Warga Binaan. “Kami terus mendorong berbagai program pembinaan agar Warga Binaan memiliki bekal moral dan karakter yang baik saat kembali ke masyarakat,” ungkapnya.

 

Salah satu Warga Binaan berinisial “C” mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut. “Saya semakin termotivasi untuk meninggalkan kebiasaan lama dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik kedepannya,” pungkasnya.

 

Dengan bekal spiritual yang kuat, Warga Binaan diharapkan mampu menjalani proses pembinaan dengan baik dan siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih bertanggung jawab, produktif, dan bermanfaat.