Ambon,CahayaMediaTimur.com-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku mulai memetakan kondisi sekolah yang mengalami kerusakan berat untuk diprioritaskan dalam program revitalisasi pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku, Dr. Sarlotta Singerin, mengatakan pemetaan tersebut dilakukan dengan mengacu pada data terbaru dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
“Program ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat. Kami mulai dari sekolah yang tingkat kerusakannya paling berat berdasarkan data Dapodik yang sudah diperbarui,” kata Singerin kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, sekolah yang mengalami kerusakan paling parah akan menjadi prioritas utama penerima program revitalisasi pada tahap awal.
Selain sekolah negeri, pemerintah daerah juga memberi perhatian pada sekolah swasta yang selama ini ikut berperan mendidik anak-anak di Maluku.
Singerin menegaskan kebijakan tersebut tidak membedakan latar belakang lembaga pendidikan, baik milik yayasan keagamaan maupun swasta umum.
“Kita juga berpihak kepada sekolah swasta karena mereka turut mendidik anak-anak negeri ini. Jadi tidak hanya sekolah negeri yang mendapat perhatian,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program revitalisasi ini masih berada pada tahun pertama pelaksanaan sehingga pemetaan kondisi sekolah masih terus diperbaiki agar penentuan prioritas lebih tepat sasaran.
Dinas Pendidikan berharap pada tahun-tahun berikutnya proses pemetaan akan semakin akurat sehingga lebih banyak sekolah yang mengalami kerusakan dapat memperoleh perbaikan fasilitas belajar.
“Harapannya di tahun kedua dan seterusnya program ini berjalan lebih baik, dengan pemetaan yang semakin tepat sehingga semua sekolah yang membutuhkan bisa terlayani,” kata Singerin.




