Terkait Pinjaman Ke PT SMI:Amirudin Serukan Keadilan Pembangunan

oleh -1 views

Ambon,CahayaMediaTimur.com-Fraksi Partai Amanat Nasional(PAN)menyampaikan kekhawatiran mendalam, terkait rencana pinjaman daerah Provinsi Maluku di tengah kondisi utang yang belum sepenuhnya terbayar.

Pernyataan ini mencuat seiring dengan kebutuhan mendesak akan pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah Maluku.

“Sebagai masyarakat Maluku, kami merasa khawatir. Utang lama saja belum selesai, sekarang ada rencana pinjaman baru. Namun, tanpa pinjaman, pembangunan tahun ini akan terhenti, sementara infrastruktur sangat dibutuhkan,” ujar Ketua Fraksi PAN , Amiruddin kepada wartawan, di Ambon, Jumat (21/11/2025).

Dia berpendapat, bahwa pinjaman daerah dapat diterima asalkan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

“Pinjaman itu wajar, tetapi harus disesuaikan dengan pendapatan agar tidak membebani tahun-tahun berikutnya. Jika tidak memungkinkan Rp 1,5 triliun, mungkin bisa di bawah itu. Jangan sampai pinjaman disetujui, tetapi pengembaliannya sulit,”

Dukungan terhadap rencana Gubernur Maluku untuk melakukan peminjaman di PT SMI (Sarana Multi Infrastruktur) tetap diberikan, dengan harapan asas keadilan dalam sektor pembangunan infrastruktur dapat diperhatikan.

“Kami mendukung rencana pinjaman untuk mempercepat pembangunan di Maluku. Yang terpenting, pinjaman ini harus memastikan keadilan dalam pembangunan infrastruktur,” tegasnya.

Selain fokus pada proyek-proyek besar seperti jalan Batabual dan lingkar Ambalau, Amiruddin juga menyoroti kebutuhan infrastruktur, di wilayah lain yang sering terabaikan.

“Kami mendengar fokus utama adalah jalan Batabual dan lingkar Ambalau. Namun, di Kabupaten Seram Bagian Barat(SBB) , sering terjadi kecelakaan laut akibat transportasi yang tidak memadai. Kami berharap lingkar Pulau Manipa, Pulau Lokelan, serta jalan di daerah Kairatu juga diperhatikan,” ungkapnya.

Dia juga menekankan pentingnya pembangunan jalan di daerah Inamosol, Rambatu, dan Tala untuk mendukung perekonomian masyarakat.

“Pembangunan jalan di daerah tersebut akan membantu meningkatkan perekonomian masyarakat karena selama ini hasil hutan dan bumi dari pegunungan sulit diakses akibat biaya transportasi yang mahal,” jelasnya.

Selain itu, dia juga menyoroti penyelesaian jalan di Huamual Belakang dan perbaikan jembatan-jembatan yang rusak.

“Jalan di Huamual Belakang belum sepenuhnya selesai, dan jembatan yang rusak telah menyebabkan beberapa kecelakaan. Perencanaan yang matang sangat diperlukan, agar pembangunan jalan sejalan dengan pembangunan jembatan,” pungkasnya.

Dengan adanya perhatian yang merata, Amiruddin berharap, pembangunan di Maluku dapat dirasakan oleh seluruh kabupaten dan kota, tidak hanya terpusat di beberapa wilayah tertentu.