Tujuh Warga Binaan Lapas Piru Masuki Fase Lanjutan Pengobatan TBC, Perawat Terapkan PMO Secara Ketat

oleh -0 views

Piru,CahayaMediaTimur.com-Setelah menjalani pengobatan Tuberkulosis (TBC) fase intensif selama dua bulan, sebanyak tujuh Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru kini memasuki fase lanjutan pengobatan yang akan berlangsung selama empat bulan. Program ini mulai dilaksanakan pada Senin, (20/01), sebagai bentuk komitmen Lapas Piru dalam menjaga kesehatan dan keselamatan Warga Binaan.

Dalam fase lanjutan ini, perawat Klinik Lapas Piru melaksanakan Pengawas Minum Obat (PMO) secara langsung kepada ketujuh Warga Binaan guna memastikan kepatuhan pengobatan dan mencegah terjadinya putus obat. Pengawasan dilakukan setiap hari, di mana pasien mengambil obat dan meminumnya langsung di klinik di bawah pengawasan petugas kesehatan.

Perawat Klinik Lapas Piru, Ns. Suryani, menyampaikan bahwa fase lanjutan memiliki peran penting dalam memastikan kesembuhan total pasien. “Mendukung hal tersebut, kami tetap menerapkan pengawasan langsung dengan pengambilan obat harian oleh pasien dan meminumnya langsung di klinik. Pada fase ini, pengobatan bertujuan membunuh sisa kuman yang ada sehingga mencegah terjadinya kekambuhan,” ujar Ns. Suryani.

Ia juga menegaskan pentingnya kepatuhan terapi bagi pasien TBC. “Untuk memastikan kuman TBC mati total dan mencegah resistensi obat, maka penting bagi pasien untuk minum obat tuntas dan teratur, mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat yang cukup, serta melakukan kontrol rutin meskipun sudah merasa sehat,” tambahnya.

Kepala Subseksi Perawatan, Williams Lelepary, menegaskan bahwa pihaknya terus memperkuat layanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan. “Kami memastikan setiap Warga Binaan mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal, termasuk dalam program pengobatan TBC ini. Pengawasan dan pendampingan akan terus dilakukan secara konsisten agar proses pengobatan berjalan efektif dan sesuai prosedur,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh mendukung program kesehatan di lingkungan pemasyarakatan. “Lapas Piru terus berupaya menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi seluruh Warga Binaan. Program pengobatan TBC ini merupakan bagian dari upaya preventif dan kuratif agar Warga Binaan dapat pulih dan menjalani masa pembinaan dengan kondisi kesehatan yang optimal,” tegas Kalapas.

Dengan dilaksanakannya fase lanjutan pengobatan ini, diharapkan seluruh Warga Binaan yang terindikasi TBC dapat sembuh secara menyeluruh, terhindar dari kekambuhan, serta mampu menjalani aktivitas pembinaan dengan lebih sehat dan produktif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.