Ambon,CahayaMediaTimur.com-Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) agar tidak sembarangan berbicara maupun menyebarkan informasi di tengah derasnya arus media sosial.
Menurut Bodewin, informasi yang belum utuh atau keliru dapat menyebar sangat cepat dan membentuk persepsi publik yang berbeda dari kondisi sebenarnya. Jika dibiarkan, hal itu dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah Kota Ambon.
Pesan tersebut disampaikan Bodewin usai memimpin apel pagi lingkup Pemkot Ambon, Jumat (20/8/2026).
“Kalau kita mengambil suatu kebijakan untuk kepentingan bersama, bicarakan tuntas. Jangan setengah-setengah, karena ketika keluar bisa menjadi lain,” tegas Bodewin.
Ia meminta pejabat dan seluruh aparatur memahami setiap kebijakan sebelum menyampaikannya kepada orang lain. Bila terdapat hal yang belum dipahami, aparatur diminta bertanya dan melakukan koordinasi, bukan menyebarkan informasi berdasarkan asumsi.
Bodewin mencontohkan informasi yang berkembang di media sosial terkait CPNS dan dugaan permintaan uang Rp1 juta. Menurutnya, informasi tersebut dapat berubah ketika disampaikan dari satu orang ke orang lain hingga akhirnya muncul ke ruang publik dalam bentuk yang berbeda.
“Jangan dirusak hanya karena ingin menjadi populer. Jangan kasih informasi yang keliru yang bikin kita harus menghabiskan energi untuk klarifikasi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para kepala sekolah dan pimpinan unit kerja untuk menjaga tutur kata serta perilaku. Menurutnya, jabatan membawa tanggung jawab karena tindakan satu orang dapat ikut memengaruhi citra institusi pemerintah.
Bodewin menilai, kepercayaan publik merupakan modal penting bagi pemerintah dalam menjalankan pelayanan. Karena itu, kepercayaan yang telah dibangun hampir dua tahun tidak boleh runtuh hanya akibat informasi yang tidak benar atau perilaku aparatur yang tidak terkontrol.
“Pemerintah Kota Ambon hari ini mendapatkan kepercayaan yang luar biasa dari publik. Jangan dirusak hanya dengan informasi yang keliru,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh ASN lebih dewasa dalam menggunakan media sosial dan menghentikan kebiasaan membuat unggahan yang belum jelas kebenarannya.
Menurutnya, kritik dan informasi tetap penting, tetapi harus disampaikan secara bertanggung jawab agar tidak menimbulkan kegaduhan dan merugikan masyarakat maupun pemerintah.
“Kita harus menjaga kepercayaan publik. Kurangi kesalahan-kesalahan supaya jangan kita menjadi bulan-bulanan di media sosial,” tandas Bodewin.






