Ambon,CahayaMediaTimur.com-Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan tak ada ruang bagi praktik “titip nama” dalam penyaluran bantuan sosial di Kota Ambon. Pemerintah kota kini melakukan pembersihan dan validasi ketat Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional agar bantuan benar-benar jatuh ke tangan warga miskin.
Pernyataan itu disampaikan Wattimena usai Safari Ramadhan Pemkot Ambon di halaman Masjid Al Ikhwan BTN Manusela, Negeri Batu Merah, Senin (2/3/2026).
Ia menjelaskan, data penerima bantuan bersumber dari bawah, mulai RT dan RW yang paling mengetahui kondisi riil warganya. Data kemudian diklasifikasikan dalam desil 1 hingga 5 untuk menentukan tingkat kesejahteraan masyarakat.
“RT dan RW paling tahu siapa yang layak dibantu. Jangan sampai yang tidak berhak justru terima, sementara yang benar-benar miskin terlewat,” tegasnya.
Menurutnya, bansos, BLT, dan bantuan sembako harus tepat sasaran karena menjadi instrumen penting menekan angka kemiskinan. Kesalahan pendataan, kata dia, bukan sekadar kelalaian administratif, tetapi persoalan moral.
“Kalau salah bagi itu dosa. Kita tidak mau ada permainan,” ujarnya.
Pemkot Ambon melibatkan raja, kepala desa, lurah, camat hingga Dinas Sosial untuk menyisir dan membersihkan data agar valid dan akurat. Sosialisasi terus dilakukan agar seluruh aparat memahami pentingnya integritas dalam pendataan.
Wattimena juga mengingatkan agar tidak ada intervensi karena hubungan keluarga atau kedekatan personal. Bantuan sosial, katanya, bukan untuk kerabat aparat, melainkan untuk warga yang benar-benar hidup dalam keterbatasan.
Dengan pembaruan data yang ketat dan kolaboratif, Pemkot Ambon menargetkan penyaluran bantuan lebih transparan dan berdampak nyata bagi penurunan angka kemiskinan di kota ini.






