Bandung,CahayaMediaTimur.com-INCODE-3 (International Converence on Digital Economics) adalah seminar internasional yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Bandung, pada Selasa( 28/4/2026). Seminar yang menghadirkan pemateri dari banyak perguruan tinggi Muhammadiyah di lndonesia, dan semakin semarak dengan hadirnya pemateri akademisi dari India, Malaysia, dan Uzbekistan.
Prof. Dr. Sriyono akademisi senior dari Umsida (Universitas Muhammadiyah Sidoarjo) memaparkan gagasan tentang Integrated Sustainable Financing Ecosystem (ISFE) sebagai model ekosistem pembiayaan berkelanjutan untuk meningkatkan ketahanan UMKM.
Ia menjelaskan “Ketahanan UMKM dapat diintegrasikan melalui lima komponen utama, yaitu MSMEs Core, infrastruktur keuangan, dukungan kelembagaan, integrasi keberlanjutan (ESG), serta pemanfaatan teknologi digital dan data”.Selain itu Ia juga menegaskan bahwa ketahanan UMKM tidak hanya ditentukan oleh akses pembiayaan, tetapi juga oleh sinergi antar komponen tersebut melalui mekanisme seperti analisis berbasis AI, dukungan kebijakan, dan penerapan prinsip keberlanjutan, ujar Sriyono.
“Implementasi model ini dilakukan melalui tahapan pemetaan ekosistem, integrasi kelembagaan, pengembangan infrastruktur digital, peningkatan kapasitas, integrasi keberlanjutan, serta monitoring dan evaluasi, sehingga diharapkan mampu menciptakan sistem pembiayaan yang inklusif, stabil, dan berkelanjutan.” Pungkasnya.
Sementara itu Ifan Pratama mahasiswa Manajeman Umsida sangat terkesan “Ajang ini sangat penting dan berdampak pada pengembangan pengetahuan ilmu manajemen dan saya yakin bagi ketangguhan ekonomi negara-negara Asia, karena pemateri-pemateri yang hadir membawa masalah dan solusi dari negaranya masing-masing”
Seminar internasional ini dihadiri sekitar 400 peserta dari pelbagai kampus Muhammadiyah: Umsida (Universitas Muhammadiyah Sidoarjo), UMB (Universitas Muhammadiyah Bandung), UMG (Universitas Muhammadiyah Gresik). Selain itu Asst. Prof. Dr. Sugandh Arora dari Symbiosis School of Economics, India juga membawa beberapa mahasiswanya langsung (luring) ke UMB. Peserta yang lain dari Malaysia, Uzbekistan, dan kampus-kampus Muhammadiyah lain hadir secara daring.




